BOYOLALI, Desa repaking adalah desa paling ujung Utara di Kecamatan Wonosamodro di Kabupaten Boyolali, sementara kecamatan wonosamodro sendiri tergolong kecamatan yang baru saja berdiri pada tanggal 4 Februari 2019 lalu.
Pembentukan kecamatan ini berdasarkan Perda Kabupaten Boyolali Nomor 18 tahun 2018 dan merupakan pemekaran dari 10 desa Kecamatan Wonosegoro.
Bila di lihat dari letak geografis, walaupun berada di paling ujung Utara, namun desa repaking memiliki mobilitas yang cukup tinggi, yakni jalan raya ini memiliki akses jalan menuju kabupaten Semarang dan Grobogan. Sehingga desa repaking bisa dikatakan desa yang tidak pernah tidur, hilir mudik kendaraan tiada henti dari para karyawan pabrik maupun kendaraan umum lainnya.
Sehingga jalan ini bisa menjadi jalan akses perekonomian warga. Berjejer jejer penjualan makanan dan minuman meramaikan suasana milik jalan kabupaten Boyolali ini. Meskipun berada di paling ujung dan di kelilingi hutan jati milik perhutani, namun desa repaking perlu di perhitungkan dan bisa saja menjadi wilayah barometer untuk kabupaten Boyolali bagian Utara.
Untuk layanan sarana kesehatan dekat dengan puskesmas, sementara untuk pendidikan dari sekolah dasar hingga sampai SMA juga berada di wilayah desa repaking.
Jumirin kepala desa repaking telah mempersiapkan untuk program perekonomian warga, terutama di bidang swasembada pangan, desa ini memiliki pertanian dan perkebunan dan menjadi penghasil padi serta jagung.
Untuk itu jumirin bersikeras untuk selalu bersinergi dengan pemerintah daerah, provinsi hingga pusat.
Saat dikonfirmasi salah satu perani warga desa repaking Komedi menyampaikan, pembangunan untuk jalan usaha tani sangat bermanfaat, terutama untuk membawa hasil panen maupun membawa pupuk dan bibit ke sawah.
“Mejadi lebih mudah saat membawa hasil panen, dan harapan kami kepada pemerintah terutama kepada kepaladesa agar di teruskan lagi pembangunan usaha tani hingga sampai ujung, “terangnya.
Sementara itu Kepala Desa Repaking Jumiring kepada media ini, mengatakan pemerintah desa sudah mempersiapkan pembangunan selanjutnya untuk jalan usaha tani.
“Dengan adanya jalan usaha tani ini, bisa membuat mudah para petani untuk mengangkut hasil panen maupun aktifitas lainnya, “ujarnya.
Lebih lanjut, dengan adanya pemerintahan yang baru di bawah pimpinan bupati yang di kantik 20 februari 2025 lalu Agus Irawan dan Ganjar Dwi Nirwana, Jumiring siap bersinergi dan berharap memperhatikan desa yang berada di wilayah Boyolali Utara, khususnya untuk desa Repaking.
“Desa repaking berbatasan dengan kecamatan Juwangi dan wonosegoro, berada paling ujung utara, untuk itu harapan kami bapak bupati memperhatikan warga kami di bidang ketahanan pangan, “urainya.
Masih apa kata Jumirin, sesuai pemerintahan program pemerintah pusat, ia selaku pemerintah desa selalu siap dengan arahan Presiden RI dan bersinergi di bidang ketahanan pangan.
“Kami akan menjalankan sesuai arahan bapak presiden Prabowo Subianto dalam bidang ketahanan pangan, untuk itu jalan usaha tani ini akan kami selesaikan, “pungkasnya.
Redaksi