TEGAL | TELIKSANDI.id – Pendapatan Pancoran 13 Guci Sangat Pesat, BUMDES dan Kepala Desa Diduga Tidak Transparan (Tegal, 24 febuari 2025) Tidak ada ketransparanya bumdes dan kepala desa guci terkait pendapatan dari pancoran pemandian air panas 13 guci bumijawa Kabupaten tegal.
Tim media mendapatkan informasi dari masyarakat dan menemukan kejanggalan yang terdapat di wisata pemandian pancoran 13 yaitu kejanggalan dalam penglolaan dana pendapatan dari pancoran 13 yang di kelola oleh bumdes dan desa.
Di kabupaten tegal terdapat tempat wisata pemandian air panas atau yang di sebut dengan wahana pancoran 13, yang banyak mendatangkan wisatawan lokal dari luar daerah, hingga menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) merupakan potensi wisata yang di miliki desa guci bumijawa Kabupaten tegal.
Wisata guci terbagi dalam 2 wilayah , yaitu wilayah barat dan timur diantara wilayah barat desa guci bumi jawa, sedang wilayah timur Desa rembul bojong, bumijawa.
Sayangnya dalam penglolaan yang di lakukan kedua desa tersebut, Desa guci dan desa rembul diduga kurang transparan.
Hasil dalam pendapatan dari pemandian pancoran 13 yang di kelola oleh BUMDESMA diduga banyak terjadi penyimpangan atau penyelewengan dana, tidak ada keteransparasian hasil dari pendapatan pemandian air panas yann disebut dengan nama wahana pancoran 13. seperti yang di tuturkan dari nara sumber, yang tidak mau di sebutkan indentitasnya ke tim media.
Banyak sekali pendapatan desa, salah satu terkait pengelola pendapatan air panas dari pancoran 13 yang selalu di penuhi pengunjung wisatawan lokal.
Wahana air panas pancoran 13 di kelola oleh desa dan PT Barokah, ada pun PT Barokah tersebut di kelola oleh seorang pengusaha yang bernama Bpk. H. Pandi yang mengontrak wahana wisata air panas pancoran 13 tersebut.
Dalam pertahun nya PT Barokah tersebut bayar kontrak 250 juta untuk wahana pancoran 13. Dari hasil yang sudah di ambil alihkan pancoran 13 ini sudah masuk ke rekening desa sebesar 450 juta.
Sampe saat ini belum ada kejelasan hitungan rincian dana pendapatan tersebut, yang jelas di kemanakan dan di gunakan untuk apa dana tersebut, semua ini tidak ada kejelasannya, ketika di tanya uang tersebut habis, jelas nara sumber.
Informasi yang berkembang di masyarakat, pendapatan dari pancoran 13 di tahun 2024 kemaren di dapatkan hasil 1,2 Miliyar, uang tersebut masuk ke BUMDESMA dan di bagi yakni, desa guci dan desa rembul, Masing -masing desa nerima 600 juta rupiah.
Dari rapat akhir taun penutupan buku. Dari uang 600 juta untuk desa guci hanya tersisa 50 juta, selanjutnya Uang sisa tersebut di minta oleh BPD sebesar 14 juta dan sisa 36 juta, dan Sisa yang 36 juta itu di berikan ke kas desa, itu pun hanya simbolis tapi dalam catatannya tidak ada.
Hal ini menjadi pertanyaan banyak warga guci, Pendapatan itu semua tak ada keterangan atau penjelasan dari pihak BUMDES maupun dari Kepala Desa Guci, padahal pendapatan dari wisata panoran 13 Guci sangat besar bisa memakmurkan warganya. (Red/Lia)